Pengalaman Micro Teaching di kelas adalah pengalaman yang paling seru sejak saya masuk kuliah. Sebelumnya saya memang tidak suka untuk menjadi Guru. Tapi dikarenakan tuntutan dari fakultas, terpaksa harus dijalankan. Tapi lama-kelamaan saya bisa juga menikmatinya, malah sekarangan ingin sekali menjadi seorang Guru yang sebenarnya.
Awalnya mencari bahan untuk diajarkan di jam mata kuliah Micro Teaching/PPL 1, lumyan sulit, karena belum berpengalaman sekalipun mengajar, takut bahan yang akan diajarkan tidak dikuasai sepenuhnya. tapi dengan bertanya kepada kakak senior di fakultas, semua teratasi.
Micro Teaching
Rabu, 20 April 2011
manfaat pembelajaran mikro
Pendidikan pre service, yaitu bagi calon guru:
1. Sebagai persiapan calon guru sebelum benar-benar mengajar di depan kelas.
2. Sebagai usaha perbaikan penampilan calon guru.
Pendidikan in service, yaitu bagi guru atau penilik.
1. Untuk meningkatkan kemampuan guru mengajar rutin, supaya menemukan dan mengetahui kelemahan-kelemahannya sendiri dan berusaha memperbaikinya.
2. Untuk meningaktkan kemampuan supervisor supaya ia tahu apakah bimbingan, nasihat dan saran-saranya benar-benar efektif dalam membantu peningkatan guru-gurunya.
3. Untuk percobaan melaksanakan metode baru, sebelum metode itu dilaksanakan dalam pembelajaran yang sebenarnya.
Pengertian Micro Teaching
Pengertian Micro-Teaching , Micro berarti kecil, terbatas, sempit. Teaching berarti mendidik atau mengajar. Micro-teaching berarti suatu kegiatan mengajar dimana segalanya diperkecil atau disederhanakan. Apa yang dikecilkan atau disederhanakan, yaitu : · Jumlah siswa 5-6 orang · Waktu mengajar 5 – 10 menit · Bahan pelajaran hanya mencakup satu atau dua hal yang sederhana · Ketrampilan mengajar difokuskan beberapa ketrampilan khusus saja. Unsur micro merupakan ciri utamanya dan berusaha untuk menyederhanakan secara sistimatis keseluruhan proses mengajar yang ada.
Usaha simplikasi ini didasari oleh asumsi bahwa : “sebelum kita dapat mengerti, dapat belajar dan dapat melaksanakan kegiatan mengajar yang komplek, kita harus menguasai dulu komponen-komponen dari keseluruhan kegiatan yang ada.” Maka dengan memperkecil murid, menyingkat waktu, mempersempit saran-saran serta membatasi ketrampilan, perhataian dapat sepenuhnya diarahkan pada pembinaan penyempurnaan ketrampilan khusus yang sedang dipelajari.
Langganan:
Postingan (Atom)
